Bani Hamzah

Dan ‘hari-hari itu’ kami pergilirkan di antara manusia

Kemunduran Peradaban Islam

Posted by banihamzah pada April 26, 2007

Lanjutan..

Setelah mengetahui asas kebangkitan peradaban Islam kini kita perlu mengkaji sebab-sebab kemunduran dan kejatuhannya. Dengan begitu kita dapat mengambil pelajaran dan bahkan menguji letak kelemahan, kekuatan, kemungkinan dan tantangan (SWOT). Kemunduran suatu peradaban tidak dapat dikaitkan dengan satu atau dua faktor saja. Karena peradaban adalah sebuah organisme yang sistemik, maka jatuh bangunnya suatu perdaban juga bersifat sistemik. Artinya kelemahan pada salah satu organ atau elemennya akan membawa dampak pada organ lainnya. Setidaknya antara satu faktor dengan faktor lainnya – yang secara umum dibagi menjadi faktor eksternal dan internal – berkaitan erat sekali. Untuk itu, akan dipaparkan faktor-faktor ekternal terlebih dahulu dan kemudian faktor internalnya.

Untuk menjelaskan faktor penyebab kemunduran umat Islam secara eksternal kita rujuk paparan al-Hassan yang secara khusus menyoroti kasus kekhalifahan Turkey Uthmani, kekuatan Islam yang terus bertahan hingga abad ke 20. Faktor-faktor tersebut adalah sbb:

  1. Faktor ekologis dan alami, yaitu kondisi tanah di mana negara-negara Islam berada adalah gersang, atau semi gersang, sehingga penduduknya tidak terkonsentrasi pada suatu kawasan tertentu. Kondisi ekologis ini memaksa mereka untuk bergantung kepada sungai-sungai besar, seperti Nil, Eufrat dan Tigris. Secara agrikultural kondisi ekologis seperti ini menunjukkan kondisi yang miskin. Kondisi ini juga rentan dari sisi pertahanan dari serangan luar. Faktor alam yang cukup penting adalah Pertama, Negara-negara Islam seperti Mesir, Syria, Iraq dan lain-lain mengalami berbagai bencana alam. Antara tahun 1066-1072 di Mesir terjadi paceklik (krisis pangan) disebabkan oleh rusaknya pertanian mereka. Demikian pula di tahun 1347-1349 terjadi wabah penyakit yang mematikan di Mesir, Syria dan Iraq. Kedua, letak geografis yang rentan terhadap serangan musuh. Iraq, Syria, Mesir merupakan target serangan luar yang terus menerus. Sebab letak kawasan itu berada di antara Barat dan Timur dan sewaktu-waktu bisa menjadi terget invasi pihak luar.
  2. Faktor eksternal. Faktor eksternal yang berperan dalam kajatuhan peradaban Islam adalah Perang Salib, yang terjadi dari 1096 hingga 1270, dan serangan Mongol dari tahun 1220-1300an. “Perang Salib”, menurut Bernard Lewis, “pada dasarnya merupakan pengalaman pertama imperialisme barat yang ekspansionis, yang dimotivasi oleh tujuan materi dengan menggunakan agama sebagai medium psikologisnya.” Sedangkan tentara Mongol menyerang negara-negara Islam di Timur seperti Samarkand, Bukhara dan Khawarizm, dilanjutkan ke Persia (1220-1221). Pada tahun 1258 Mongol berhasil merebut Baghdad dan diikuti dengan serangan ke Syria dan Mesir. Dengan serangan Mongol maka kekhalifahan Abbasiyah berakhir.
  3. Hilangnya Perdagangan Islam Internasional dan munculnya kekuatan Barat. Pada tahun 1492 Granada jatuh dan secara kebetulan Columbus mulai petualangannya. Dalam upayanya mencari rute ke India ia menempuh jalur yang melewati negara-negara Islam. Pada saat yang sama Portugis juga mencari jalan ke Timur dan juga melewati negara-negara Islam. Di saat itu kekuatan ummat Islam baik di laut maupun di darat dalam sudah memudar. Akhirnya pos-pos pedagangan itu dengan mudah dikuasai mereka. Pada akhir abad ke 16 Belanda, Inggris dan Perancis telah menjelma menjadi kekuatan baru dalam dunia perdagangan. Selain itu, ternyata hingga abad ke 19 jumlah penduduk bangsa Eropa telah meningkat dan melampaui jumlah penduduk Muslim diseluruh wilayah kekhalifahan Turkey Uthmani. Penduduk Eropa Barat waktu itu berjumlah 190 juta, jika ditambah dengan Eropa timur menjadi 274 juta; sedangkan jumlah penduduk Muslim hanya 17 juta. Kuantitas yang rendah inipun tidak dibarengi oleh kualitas yang tinggi.

Sebagai tambahan, meskipun Barat muncul sebagai kekuatan baru, Muslim bukanlah peradaban yang mati seperti peradaban kuno yang tidak dapat bangkit lagi. Peradaban Islam terus hidup dan bahkan berkembang secara perlahan-lahan dan bahkan dianggap sebagai ancaman Barat. Sesudah kekhalifahan Islam jatuh, negara-negara Barat menjajah negara-negara Islam. Pada tahun 1830 Perancis mendarat di Aljazair, pada tahun 1881 masuk ke Tunisia. Sedangkan Inggris memasuki Mesir pada tahun 1882. Akibat dari jatuhnya kekhalifahan Turki Uthmani sesudah Perang Dunia Pertama, kebanyakan negara-negara Arab berada dibawah penjajahan Inggris dan Perancis, demikian pula kebanyakan negara-negara Islam di Asia dan Afrika. Setelah Perang Dunia Kedua kebanyakan negara-negara Islam merdeka kembali, namun sisa-sisa kekuasaan kolonialisme masih terus bercokol. Kolonialis melihat bahwa kekuatan Islam yang selama itu berhasil mempersatukan berbagai kultur, etnik, ras dan bangsa dapat dilemahkan. Yaitu dengan cara adu domba dan tehnik divide et impera sehingga konflik intern menjadi tak terhindarkan dan akibatnya negara-negara Islam terfragmentasi menjadi negeri-negeri kecil.

Itulah di antara faktor-faktor eksternal yang dapat diamati. Namun analisa al-Hassan di atas berbeda dari analisa Ibn Khaldun. Bagi Ibn Khaldun justru letak geografis dan kondisi ekologis negara-negara Islam merupakan kawasan yang berada di tengah-tengah antara zone panas dan dingin sangat menguntungkan. Di dalam zone inilah peradaban besar lahir dan bertahan lama, termasuk Islam yang bertahan hingga 700 tahun, India, China, Mesir dll. Menurut Ibn Khaldun faktor-faktor penyebab runtuhnya sebuah peradaban lebih bersifat internal daripada eksternal. Suatu peradaban dapat runtuh karena timbulnya materialisme, yaitu kegemaran penguasa dan masyarakat menerapkan gaya hidup malas yang disertai sikap bermewah-mewah. Sikap ini tidak hanya negatif tapi juga mendorong tindak korupsi dan dekadensi moral. Lebih jelas Ibn Khaldun menyatakan:

Tindakan amoral, pelanggaran hukum dan penipuan, demi tujuan mencari nafkah meningkat dikalangan mereka. Jiwa manusia dikerahkan untuk berfikir dan mengkaji cara-cara mencari nafkah, dan untuk menggunakan segala bentuk penipuan untuk tujuan tersebut. Masyarakat lebih suka berbohong, berjudi, menipu, menggelapkan, mencuri, melanggar sumpah dan memakan riba.

Tindakan-tindakan amoral di atas menunjukkan hilangnya keadilan di masyarakat yang akibatnya merembes kepada elit penguasa dan sistem politik. Kerusakan moral dan penguasa dan sistem politik mengakibatkan berpindahnya Sumber Daya Manusia (SDM) ke negara lain (braindrain) dan berkurangnya pekerja terampil karena mekanimse rekrutmen yang terganggu. Semua itu bermuara pada turunnya produktifitas pekerja dan di sisi lain menurunnya sistem pengembangan ilmu pengertahuan dan ketrampilan.

Dalam peradaban yang telah hancur, masyarakat hanya memfokuskan pada pencarian kekayaan yang secepat-cepatnya dengan cara-cara yang tidak benar. Sikap malas masyarakat yang telah diwarnai oleh materialisme pada akhirnya mendorong orang mencari harta tanpa berusaha. Secara gamblang Ibn Khaldun menyatakan:

…..mata pencaharian mereka yang mapan telah hilang, ….jika ini terjadi terus menerus, maka semua sarana untuk membangun peradaban akan rusak,dan akhirnya mereka benar-benar akan berhenti berusaha. Ini semua mengakibatkan destruksi dan kehancuran peradaban.

Lebih lanjut ia menyatakan:

Jika kekuatan manusia, sifat-sifatnya serta agamanya telah rusak, kemanusiaannya juga akan rusak, akhirnya ia akan berubah menjadi seperti hewan.

Intinya, dalam pandangan Ibn Khaldun, kehancuran suatu peradaban disebabkan oleh hancur dan rusaknya sumber daya manusia, baik secara intelektual maupun moral. Contoh yang nyata adalah pengamatannya terhadap peradaban Islam di Andalusia. Disana merosotnya moralitas penguasa diikuti oleh menurunnya kegiatan keilmuan dan keperdulian masyarakat terhadap ilmu, dan bahkan berakhir dengan hilangnya kegiatan keilmuan. Di Baghdad keperdulian al-Ma’mun, pendukung Mu’tazilah dan al-Mutawakkil pendukung Ash’ariyyah merupakan kunci bagi keberhasilan pengembangan ilmu pengetahuan saat itu. Secara ringkas jatuhnya suatu peradaban dalam pandangan Ibn Khaldun ada 10, yaitu: 1) rusaknya moralitas penguasa, 2) penindasan penguasa dan ketidak adilan 3) Despotisme atau kezaliman 4) orientasi kemewahan masyarakat 5) Egoisme 6) Opportunisme 7) Penarikan pajak secara berlebihan 8) Keikutsertaan penguasa dalam kegiatan ekonomi rakyat 9) Rendahnya komitmen masyarakat terhadap agama dan 10) Penggunaan pena dan pedang secara tidak tepat.

Kesepuluh poin ini lebih mengarah kepada masalah-masalah moralitas masyarakat khususnya penguasa. Nampaknya, Ibn Khaldun berpegang pada asumsi bahwa karena kondisi moral di atas itulah maka kekuatan politik, ekonomi dan sistem kehidupan hancur dan pada gilirannya membawa dampak terhadap terhentinya pendidikan dan kajian-kajian keislaman, khususnya sains. Menurutnya “ketika Maghrib dan Spanyol jatuh, pengajaran sains di kawasan Barat kekhalifahan Islam tidak berjalan.” Namun dalam kasus jatuhnya Baghdad, Basra dan Kufah ia tidak menyatakan bahwa sains dan kegiatan saintifik berhenti atau menurun, tapi berpindah ke bagian Timur kekhalifahan Baghdad, yaitu Khurasan dan Transoxania atau ke Barat yaitu Cairo.

Itulah sebagian pelajaran yang dapat dipetik dari apa yang disampaikan oleh para sejarawan Muslim tentang kemunduran peradaban Islam. Jika al-Hassan memfokuskan pengamatannya pada masa-masa terakhir kejatuhan kekuasaan Islam pada abad ke 16 hingga abad ke 20, Ibn Khaldun mengamati peristiwa-peristiwa sejarah pada abad ke 15 dan sebelumnya. Kini masih diperlukan redifinisi tentang kemunduran ummat Islam secara umum dan mendasar, agar kita dapat memberikan solusi yang tepat.

* Tema selanjutnya: Membangun Kembali Peradaban Islam

13 Tanggapan to “Kemunduran Peradaban Islam”

  1. pangeran said

    Sebab-sebab kemunduran masyarakat islam pada masa kini ialah disebabkan oleh kelemahan umat islam itu sendiri yang tidak mempunyai pegagan yang kuat terhadap agamanya. mereka juga mudah terpengaruh dengan iedologi-ideologi barat yang sebenarnya mengancam agamanya sendiri melalui agen-agennya yang tertentu. mereka juga kurang mengamalkan kandungan yang terdapat dalam Al-Quran dan Hadith yang menjadi panduan umat manusia yang sebenarnya, lalu mereka tersesat.
    Umat islam juga pada masa kini kurang memberi perhatian terhadap lam akhirat, oleh itu mereka berlumba-lumba mengejar harta keduniaan sehinnga alpa terhadapnya. bagi mereka, material itu sangat penting dalam kehidupan yang semakin maju ini. dengan adanya harta kekayaan tersebut, mereka akan mudah bersikap rakus dengan khazanah dunia ini sehinga sanggup menindas orang lain dan saudaranyanya sendiri untuk merebut peluang tersebut.
    seterusnya ialah sikap individualistik yang seringkali mengabaikan aspek kemasyarakatan dan kesejagatan. mereka sangup melakukan apa saja untuk mencapai matlamat mereka sehingga leka dan alpa dengan tugas mereka dimuka bumi ini sebagai hamba dan khalifah Allah SWT.

  2. summayah said

    kemunduran islam terjadi karena umat islam menjauhkan diri dari Alquran dan sunnah Rasulullah. kalau kita menilik sejarah kejayaan islam dahulu karena umat tidak meninggal 2 pusaka yang di tingngalkan oleh Rasulullah. sekarang bagaimana kita berpikir untuk membangkitkan kembali kejayaan umat ini.

  3. aji said

    kemunduran peradaban islam disebabkan oleh umat yang meninggalkan al Qur’an dan Hadith, kemudian disusul oleh rusak sistem kemasyarakatan dan pengembangan teknologi dan pendidikan keislaman, sehingga umat hidup dalam kebimbangan dan keruntuhan keimanan.

  4. budi said

    Terima kasih atas ulasannya.

    Menurut saya, perilaku umat islam yang umumnya saat ini :
    1. Cinta dunia
    2. Jauh dan cenderung merendahkan agamanhya
    3. Individualis
    4. Bangga dengan budaya barat
    5. Jauh dari alquaran dan hadis
    6. Miskin dan terjebak hutang dengan berbagai modelnya (kredit, terjebak rentenir dll)
    7. Malas meningkatkan kualitas pribadinya

    adalah penyebab kemunduran umat islam yang paling akut

  5. herry said

    kemunduruan islam lebih disebabkan karena hilangnya budaya pengkajian ilmu pengetahuan akibat paham-paham fatalistik serta ketidakmampuan umat islam mengaktualisasi ajarannya pada konteks kekinian dan yang terakhir bahwa islam mundur karena tidak mampu bersatu, sepaham dan memiliki tujuan yang sama. perbedaan dalam islam dianggap sebagai rahmat padahal mudharat akhirnya sudah menjadi cirinya bahwa islam tidak bisa bersatu dan menjadi maju dan ini memang sudah merupakan takdirnya, seperti kata nabi muhammad saw, bahwa umat islam nantinya akan terdiri dari 73 golongan dan nhany satu yang masuk surga..

  6. Khalid said

    Kemunduran ummat Islam secara prinsip karena meninggalkan warisan Rosululloh yaitu Al-Qur’an dan Assunah. Al-Qur’an dan Assunah hanya bisa dilaksanakan sepenuhnya oleh adanya kepemimpinan, yaitu seorang Khalifah seperti dahulu, dalam bingkai negara Khilafah yang menerapkan Islam secara kaffah. Sedangkan, kemunduran saat itu disebabkan oleh serangan pemikiran dari barat, yang menjauhkan ummat Islam dari Al-Qur’an dan Assunah sekalipun dahulu memiliki pemimpin (khalifah), wujudnya dengan menerapkan kaidah umum “Tidak ditolak adanya perubahan terhadap hukum, dengan adanya perubahan zaman” dan “adat istiadat dapat dijadikan dasar hukum”, sehingga ada fatwa2 yg bertentangan dengan hukum syara’,misal penghentian hukum hudut, mengambil manfaat/maslahat dahulu daripada hukum syara’. dsb. Waallahu a’lam bisshowab…

  7. ramadhan said

    penyebab kemunduran islam adalah akumulasi dr berbagai faktor berikut:
    1. pengaruh penjarahan kota baghdat yg merupakan pusat perkembangan intelektual islam
    2. pengaruh dr filsafat yunani (yg cenderung materialistis)
    3. peranan dr (sebagian) pemikiran Al-Ghazali (mesti dikaji lg secara keseluruhan)
    4. perkembangan (metode berfikir) mazahab fiqh
    5. mistisme asketik (zuhud) yg disalah artikan
    6. kekhawatiran para penguasa yg cenderung menganggap kemajuan rakyat adalah ancaman bagi kekuasaan’a..

  8. muhammad jufri said

    Penyebab Islam mengalami kemunduran adalah :
    1. Sudah jauh dari Al – Quran (tidak membaca, tidak memahami, tidak mengamalkan Al-Quran)
    2. Sudah Jauh dari Assunnah (sudah tidak pernah mengkaji dan mengamalkan hadits-hadits Rasulullah, Akhlak/perilaku Rasullah sudah tidak dipakai lagi oleh kaum muslimin itu sendiri)

  9. haryanto,spd,mh di Batam said

    umat islam tidak mempunyai daya saing….tidak punya harapan……akibat kroposnya sistem keluarga…..jarang ditemukan sosok individu yg agamis dan memiliki moralitas untuk dicontoh….tersingkirnya individu yg utuh dan unggul dalam agama..masyrakat….hubbudunnya…..takut berkorban…..jarang menulis dan langka budaya membaca…..dan selalu mengulur dan menyia-nyiakan waktu……perlu refleksi umat secara mendasar dan mengebiyarkan pola hidup ikhlas dan berkorban untuk keluarga dan agama…..startingnya adalah dari keluarga

  10. omar said

    ralat…. islam tidak serta merta jatuh pada abad ke 15…. bahkan pada bada tersebut kita berhasil menguatka kekuatan kembali…. jangan lupa… abad 16 walau kalah di lepanto tetapi turki usmani masih menang kembali di tunis,aljazair dan siprus serta merenut yunani… 1737 umat islam kembali mengalhakan rusia di azov dan hampir merebut ,moskow… jangan merendahakan peradaban umat sendiri

  11. manfee said

    Terima kasih… tulisan-tulisan semacam ini sangat membantu kita dalam melengkapi pemahaman kita….. akan lebih baik lagi jika juga dicantumkan maraji’nya… terima kasih…..

  12. Ending said

    kalau melihat fakta kaum musllimin sekarang semakin terpuruk dengan pemikiran yang rendah bagaimana supaya kita kembali jaya pada masa dulu???

  13. umat islam mundur yes islam tetep tinggi jika seorang saja masih ada yg beriman dan bertaqwa maka percayalah cahaya islam tdk pernah padam.Berdirilah saudaraku muslimin wamuslimat jng kalian kecil hati karena propaganda, ALLAH MAHA BESAR! mencintai hamba hambanya yg beriman dan bertaqwa…tolonglah agama islam dg tunduk dan patuh kpd ALLAH,maka ALLAH akan mngukuhkan eksistensi umat islam..amiiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: