Novel Ayat-ayat cinta (Kata Pengantar+Download Buku)
Ditulis oleh banihamzah di/pada April 26, 2007
Novel Budaya, Novel Reliji, atau Novel Cinta?
Hadi Susanto
Pemerhati Sastra dan Kandidat Doktor
Twente Universiteit, Belanda
SAYA mengenal nama Habiburrahman El Shirazy sebagai salah seorang pengasuh tanya-jawab masalah Islam di Pesantren Virtual, yang berbasis di Cairo. Suatu hari saya memberanikan diri untuk menanyakan sebuah masalah fiqih langsung kepadanya. Dari situ persaudaraan kami bermula dan menjadi semakin erat dan hangat.
Hingga akhirnya pembicaraan tidak hanya mengenai dunia fiqih, Tapi juga menyangkut tulis-menulis karena kebetulan kami berdua mengikuti sebuah organisasi kepenulisan yang sama (Forum Lingkar Pena). Walaupun demikian sampai saat ini kami belum pernah berjumpa.
Salah satu hal yang saya tangkap dari seorang Habiburrahman adalah semangat menulisnya yang sangat tinggi. Beberapa kali saya mendapat kehormatan untuk membaca dan memberikan saran terhadap tulisan-tulisannya yang akan diterbitkan. Pada kali kesekian saya terkejut dengan munculnya permintaan untuk menuliskan kata pengantar atas novelnya yang sekarang berada dalam genggaman Anda.
Pertama kali menerima manuskrip novel ini, saya sudah curiga terlebih dahulu bahwa novel ini adalah novel islami yang menaburkan pesan-pesan moral kepada pembaca secara `vulgar’. Sudah bukan barang baru jika saya menyebutkan ada permusuhan antara sastra sekuler dengan sastra islami. Pencinta sastra islami menuduh sastra sekuler sebagai sastra profan (menurut Kamus Merriam-Webster profane berarti `yang merendahkan atau menodai sesuatu yang suci’). Secara otomatis dalam pikiran kita akan berkelebat nama. Ayu Utami (Saman dan Larung) hingga nama baru Dinar Rahayu (Ode untuk Leopold von Sacher-Masoch).
Sementara di sisi lain, Pencinta sastra sekuler menuduh sastra islami kchilangan nilai sastranya hingga buku sastra tidak lain adalah buku agama. Hal ini bisa dipahami jika kita,melihat bahwa banyak tulisan yang mengaku sebagai sastra islami menjadikan sastra sebagai alat berdakwah tetapi penulisnya lupa untuk menghias alat dakwah itu sendiri. Maka tersajilah pesan moral agama itu secara terbuka dan sangat jelas. Bagi sebagian kelompok orang, pesan-pesan seperti ini akan menjadi sesuatu yang vulgar.
Saya mengira akan menjumpai hal yang sama ketika membaca manuskrip novel ini. Namun ternyata sejak baris pertama saya terjerat pada kehalusan penulis dalam melukiskan suasana alam Mesir. Halaman pertama dibuka dengan penceritaan suasana Mesir di musim panas. Dari sini masuk tokoh utama yang dikenalkan kepada pembaca melalui rangkaian kegiatan sehari¬-hari tokoh Fahri. Penulis berhasil menjadikan tokoh Fahri hidup, bahkan kita seolah-olah menjadi Fahri dalam novel ini. Hal ini berhasil dicapai terutama karena penulis memakai penceritaan orang pertama. Cara pemaparan bergaya `aku’ plus ketrampilan melukiskan keadaan-alam sekitar, seperti tersaji dalam novel ini, mengingatkan saya pada kampiun `pelukis suasana’ yang terkenal, Karl May. Seorang kutu buku pasti akan mengenal Penulis Miunetou, Ketua Suku Apache MI.
Saya yakin Habiburrahman El Shirazy berhasil melukiskan suaasana kehidupan kota Mesir yang menjadi latar belakang cerita ini dengan begitu mengesankan karena ia mengalami sendiri hari¬-hari di kota-kota Mesir. Saya seperti melihat langsung Mesir dengan suasana panas 41 derajatnya. Saya seperti melihat mahattah atau stasiun-stasiun di sana. Gambaran rumah-rumahnya. Budaya masyarakatnya. Humor-humor yang digunakan orang Mesir. Dan banyak lagi yang lainnya. Saking berhasilnya penulis menghidupkan Fahri dan suasana di sekitarnya, saya sempat berpikir bahwa Fahri tidak lain adalah Habiburrahman El Shirazy sendiri. Sama persis, seperti saya dulu percaya bahwa Old Shatterhand adalah Karl May sendiri.
Membandingkan lebih jauh dengan Karl May, mungkin ada baiknya jika Penulis novel ini mencatumkan sebuah peta Mesir atau peta khusus kota Cairo sehingga pembaca lebih bisa menyelami di manakah Nasr City, Cairo, Maydan Husein, dan kota-kita lainnya yang disebut dalam novel.
Suasanayang dibangun juga diperkental dengan digunakannya bahasa Arab fssha (formal) maupun amiyah (informal) hampir dalam setiap paragrafnya. Dengan ini, catatan
kaki-catatan kaki yang diberikan sangat membantu pembaca. Ungkapan-ungkapan dalam bahasa Arab pasaran yang digunakan di sana-sini berhasil membawa pembaca ke dalam setting novel. Warna daerah terbangun dengan baik. Di sini saya jadi teringat pada caturlogi kumpulan sketsa-sketsa Umar Kayam mulai dan Mangan ora Mangan Kumpul hingga Satria Piningit dari Kampung. Pembaca kumpulan sketsa Pak Kayam akan langsung. mengenal bahwa Pak Kayam orang Jawa yang tentu saja lancar berbahasa Jawa dan tinggal di kompleks perumahan orang-orang Jawa. Seperti itu juga, settap pembaca novel ini akin langsung mengenal bahwa penulisnya-minimal pernah-tinggal lama di Mesir, dan tentu saja lancar berbahasa Arab.
Sehubungan dengan ketakutan saya semula terhadap novel ini sebagai sastra islami dan juga sehubungan dcngan disebutnya novel ini sebagai novel pembangun jiwa, yang menarik adalah kemampuan penulis untuk menyisipkan pesan-pesan moral dalam ceritanya. Kemampuan penulis untuk menyampaikan dakwahnya sangat halus sebagai bagian dari cerita. Kehalusan ini sangat berarti untuk tidak menimbulkan perasaan pembaca bahwa dakwah itu sengaja diselipkan dengan terpaksa. Bahkan tanpa kita sadari ilmu fiqih dan akidah kita bertambah setelah kita mengikuti dialog-dialog yang disampaikan. Tidak main-main, sebagai novel pembangun jiwa, novel ini ditulis dengan menggunakan sepuluh rcferensi. Bahkan `hanya’ untuk menuliskan adegan bertemunya Fahri dengan sahabat Nabi Imam lbnu Mas’ud dalam mimpi, penulis perlu mcndasarkan ceritanya pada Kitab Ar-Ruuh karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.
Karcna judul novel ini mengandung kata `cinta’ akan tidak lengkap rasanya jika kita tidak membahas kesan yang tertangkap bahwa novel ini merupakan novel romantis. Memang, novel ini juga novel asmara. Kehidupan Fahri diwarnai dengan kisah hubungan lelaki dan perempuan. Perasaan Fahri diceritakan dengan baik ketika ia harus menjadi rebutan tiga orang perempuan. Pada bagian cerita bulan madu Fahri dan Aisha jelas sekali digambarkan terjadinya adegan percintaan yang selalu merupakan bagian penting dari disebutnya novel asmara. Di sinilah kelebihan lain novel ini yang menceritakan hubungan suami-istri namun tidak terjatuh ke dalam kevulgaran.
Ditemani nasyid yang dinyanyikan oleh Sami Yusuf dalam judul Al-Muallim, Allahu, dan. Ya Mustafa yang saya putar berulang-ulang karena asyiknya, saya beberapa kali meneteskan air mata membaca novel ini. Beberapa bagian yang begitu indah, misalnya mimpi Fahri bertemu Ibnu Mas’ud mengingatkan saya pada kerinduan jiwa yang kotor ini terhadap Kekasih saya Al-Mu’allim Sang Guru Saw. Maka menjawab pertanyaan yang menjadi judul pengantar ini: inilah novel sastra yang berhasil memadukan dakwah, tema cinta dan latar belakang budaya suatu bangsa. Novel ini perlu menjadi acuan terutama bagi penulis `pemula’ yang sangat bersemangat untuk menulis sastra islami. Dan akhirnya saya berharap semoga Anda menemukan kesan yang sama atau bahkan sesuatu yang lebih balk dari kehadiran novel ini, novel Ayat-ayat Cinta.
Enschede, 10 Desember 2003
Download Novel =>
1. Novel Ayat-Ayat Cinta 1
2. Novel Ayat-Ayat Cinta 2
!!! File di atas hanya sebagian kecil dari isi novel Ayat-ayat cinta yang sesungguhnya. Hal ini sengaja saya lakukan untuk memperkenalkan kepada masyarakat baik di Indonesia maupun seluruh dunia sebuah karya fenomenal anak bangsa. Ini adalah novel pertama islami yang mampu menyaingi penjuangan novel teenlit… Pemaparan sebagian isinya di blog ini sesungguhnya didorong oleh keinginan untuk mempublikasikannya ke khalayak luas sehingga mampu mendongkrak lebih tinggi penjualannya
. Begitu banyak yang meminjam buku berharga ini dan kecantol sehingga tak mampu menahan diri untuk tidak membelinya sebanyak 2 eksemplar-satu untuk koleksi pribadi dan yang satu untuk dihadiahkan. Ini merupakan bukti bahwa manusia selalu butuh penyiram jiwa di tengah keringnya kehidupan. Semoga yang saya lakukan tidak melanggar pasal 2 ayat 1 dan pasal 49 ayat 1 dan 2 Undang-undang hak cipta. Dan semoga bermanfaat.

ichsan231 berkata
Dear Bani Hamzah
Terima kasih dah mampir ke blog wordpress saya, semoga menjadi awal komunikasi yang baik.
kurtubi berkata
Assalamu’alaikum wr. wb.
Bani Hamzah,
apakabar, kebunku ada jejak manis dari kakimu.. luikuti dengan rela bercapai-capai dan hinggaplah di peraduanmu di sini.. hm banyak sekali hikmah tersebar di sini aku izin mengerlink jejakmu yaa.. makasih.
Ayat-Ayat Cinta–Perpustakaan Online berkata
[...] Link ebook sejenis : Blog Bani Hamzah [...]
Muhammad Abrar berkata
Sungguh luar biasa novel “Ayat-ayat cinta yang dikarang oleh Habiburrahman El Shirazy.Novel tersebut diminati oleh semua kalangan baik anak-anak,remaja,orang dewasa bahkan nenek kakek juga dibuat enjoy dengan bahasanya yang indah dan mudah dimengerti.bahkan juga novel islami indonesia pertama yang mampu menyaingi penjualan novel teenliit.Dalam novel ini diilustrasikan bagaimana hakikat cinta itu yang sebenarnya,yang bukan hanya cinta dunia,cinta nafsu.Semoga usaha penulis ini bermanfaat bagi para generasi muda yang haus dengan novel-novel yang beraroma religius yang tidak hanya mementingkan aspek duniawinya saja,tetapi juga mencakup aspek ukhrawi.Kita berharap penulis akan terus produktif menghasilkan karya-karyanya demi perbaikan moral bangsa terutama generasi yang sudah sangat terpuruk sekali.Semoga usaha penulis dibalas oleh Allah dengan kebaikan yang berlipat ganda,Amiin.
Muhammad Abrar berkata
Sungguh luar biasa novel “Ayat-ayat cinta yang dikarang oleh Habiburrahman El Shirazy.Novel tersebut diminati oleh semua kalangan baik anak-anak,remaja,orang dewasa bahkan nenek kakek juga dibuat enjoy dengan bahasanya yang indah dan mudah dimengerti.bahkan juga novel islami indonesia pertama yang mampu menyaingi penjualan novel teenliit.Dalam novel ini diilustrasikan bagaimana hakikat cinta itu yang sebenarnya,yang bukan hanya cinta dunia,cinta nafsu.Semoga usaha penulis ini bermanfaat bagi para generasi muda yang haus dengan novel-novel yang beraroma religius yang tidak hanya mementingkan aspek duniawinya saja,tetapi juga mencakup aspek ukhrawi.Kita berharap penulis akan terus produktif menghasilkan karya-karyanya demi perbaikan moral bangsa terutama generasi muda yang sudah sangat terpuruk sekali.Semoga usaha penulis dibalas oleh Allah dengan kebaikan yang berlipat ganda,Amiin.
vennae berkata
mang keren banget novel ini,ayat ayat cinta membuat orang yang mencintai saya jadi semakin sadar akan kesalahanya dulu,,,,,,,,,,,,,,,,,thankkkkkkkkkkkkkkkkkk
Zhinta berkata
WeikKs bAgUS BVuaNGetZZZ. KuerEn buAngEtzzzz… CiAYO yAUw
Q TUnggU KaRyA SelanjuTNYa…:)
Fiqouly Zulkarnain berkata
assalamu’alaikum
ana sangat takjum dengan novel ini…
ingin rasanya ana mempunyai perangai yang ada pada fahri…
insya Allah saya akan berusaha seperti fahri…
banyak pelajaran yang dapat kita ambil…
jazakallah khairo
nurul syahida mukhtar berkata
Assalamua’laikum..wr.wb
novel ayat2 cinta sungguh luar biasa..penceritaan yang penuh hikmah dan gaya bahasa yg halus..ternyata novel ini diterima baik disini(malaysia)
iium student,malaysia
Heru berkata
Assalamu’alaikum
Novel Islami yang indah yang baru kubaca…
terkesan dalam dihati…
Indah tuk dinikmati kisah Fahri, Maria n Aisha…
Seribu sayang tuk dilewatkan sebagai penyejuk hati…
Heru
Afrizon berkata
Setelah membaca novel ayat-ayat cinta, kita merasa dibawa ke alam yang indah dan sejuk, dan mengajari kita bagaiaman mencintai pasangan (istri) dengan lebih baik dan benar sesuai dengan agama. terima kasih,
fatin sabrina berkata
novel ini banyak memberi pendedahan tentang keadaan masyarakat Mesir dan pada masa yang sama menyelitkan kisah yang memberi inspirasi kepada saya
uitm student, malaysia
daey berkata
mas sepp bgt la novel ini saya baru baca novel sebagus ini
ayat-ayat cinta..
Lea berkata
Subhanallah!..baru kali ini ada novel yang benar2 berpengaruh dalam hidup saya….pesan moral yang disampaikan terbentuk dan menuntun saya untuk hidup lebih baik, bagaimana sebuah prinsip hidup dan keyakinan benar2 diuji,..indah, penuh makna,..menyejukkan…
Allah(swt) meanugrahi bakat yang sungguh berarti untuk orang banyak, layaknya Habiburrahman dan dia mengingatkan pesan2xNya dengan cara yang menakjubkan…
agam maulana berkata
saya baru mulai membaca jd belum bisa berkomentar banyak
Arga seta berkata
Wah pokok’e siip tenan mas..Sampai2 gak mau berhenti mbacanya.
nieznaniez berkata
aku sukaaaaaaaaaaaaaaaa sekaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii Ayat-ayat Cinta.
sumpaaaaaaaaaaaaaahh…kereeeeeeeeeeeeenn banget !!
paling keren waktu kisah mimpi si Maria. tertohok banget rasanya.
oh, jadi pengen punya suami kaya Fahri. uuuuhh…
fadhli idrus berkata
Subahannallah,………………
Alur ceritanya sangat hidup, seakan-akan kita sendiri yang menyelami cairo tanpa sedikitpun kita berpindah tempat,……
kisah yang sangat kompleks, semua tertuang di novel ini, …………
saya sempat berkhayal jika seandainya saya seperti fahri,…::)))
novel ini seketika merubah cara pandang saya tentang cinta.
danke.:)
piQ berkata
Ass..
Thank’s for All………..!
Wass..
poetra berkata
ass.wr.wb..
matur nuwun…
norman berkata
benar-benar fenomenal
alur, deskripsi, n penokohannya membuat kita larut dalam novel itu.
meski membaca berulang-ulang ku takkan bosan
Sill berkata
Hari gini……???
mnasih adakah orang yang seperti itu…\//
cessi_benington berkata
mkasih y….
afa berkata
mohon maaf sebelumnya.. saya ikut mendownload novel ayat ayat cintanya.. terima kasih sebelumnya yah..
yushiku berkata
ass…… kakak aku ikut download novel ayat-ayat cintanya ya…. thank’s….!
fikri berkata
asw,,,,,,,,,,,,,,,gw tungu bngt ni film nya
bangzenk berkata
iya mas, saya juga ga tahan bacanya.. sampe sekarang novel ini masih laris..
salamhangat,
-dari Eindhoven, Belanda
pupuy jasinga berkata
ngiring donlot yach,,,
baru ngeuh setelah liat filmnya…
jadi pengen baca novelny…
heheheh
thx…
Faisol berkata
thank’s bgt ya! sbnrnya q sdh bc, bwt koleksi aj,
bapanya umar berkata
Saya hanya baca sekilas novelnya dalam format chm.
Yang sempat menarik perhatian, banyak kutipan hadits & perawinya.
Tapi hingga hari ini, saya belum berani menyebutnya sbg “Novel Islami”,
saya berkeyakinan masih banyak sumber ilmu, hikmah yang bisa diambil
dari Al Qur’an & hadits dan kitab2 para ulama daripada hanya sebuah novel
yang jauh nilai ilmiahnya.
Belum lagi muncul filmnya…
saya kaget Hanung B yang jadi sutradaranya, orang yang juga mendalangi film JOMBLO
yang penuh dg maksiat, seks bebas. Orang seperti itu menjadi sutradara film Islami ??
Belum para pemerannya, yg dlm kesehariannya JAUHHH dari nilai2 Islam..
APanya yang Islami ..?
ansyor berkata
…mkash ya ats novelnya..
oy,filmnya jga dunk???he3…
Rohim berkata
thx ya tas pdf nya
zamika berkata
aq ada dvd na aac, sapa yg mau bisa kontak aq di zamika89@gmail.com
aq kirim pake jasa kirim, yg mau bisa lgsg kontak aq. oke?
zamikaze.blogspot.com
ada ebook nya juga.
poepoets berkata
Makasih novelnya, mohon ijin buat download ya..
Annur Qamaryn berkata
assalammualaikum..
karya yg sgt bagus. hebat.
Miza berkata
Assalamualaikum
Novel ini sangat booming
saya harap ini merupakan awal dari sebuah kebangkitan
filmnya juga benar-benar meledak
ini bisa menjadi dakwah di dalam ruangan bioskop yang selama ini hanya di jejali berbagai jenis nama setan,mulai dari kuntilanak sampai suster ngesot
samangat dakwah….
Allahu Akbar
RANA RUSDIANA berkata
assalamu’alaikum……….novel nya keren banget….tapi sayang filemny banyak sekali perbedaan dengan aslinya…kenapa y??????mudah-mudahan dengan kemunculan novel ini semakin membangkitkan ghirah para penulis muda islam untuk mengembvangkan kreatifitasnya….semoga novel ini di jadikan contoh bagi kehidupan anak muda jjaman sekarang…amiin..
RIYADI berkata
AssalaMUALAIKUM ,
AYAT-AYAT CINTA Film Terpuji versi Forum film Bandung, Penulis novel mendapatkan Penghargaan Krya sastra mengenai Islam dengan kasih sayang so be Greates in Indonesia and Fenomenal Box Office 2,5 juta penonton dalam beberap bulan
dwi retno berkata
novelnya ternyata jauh lebih keren dari filmnya.jauuuuuuh lebih indah dibayangkan
Nak Pa 2 Benks berkata
Ayat ayat cinta menyentuh…
Kak Abik hebaaaattttt
ayat amat cinta juga keren
wan berkata
hahaha..memang best giler novel nie….
saye da bace bukunyer….
khusnin berkata
Wah sulit amat sih cari gaya bahasa dalam novel AAC, tolong bantu aku, trims banget